Cara Menghadapi Emak-Emak yang Ska Seenaknya

Balik lagi di tanya jawab MBDC, tempatnya kamu bisa bertanya segala macam pertanyaan seabsurd apapun. Ngomong-ngomong absurd, pertanyaan hari ini cukup absurd sih. Malah mungkin merupakan salah satu yang paling absurd yang pernah diterima MBDC:

Hah? Kita agak kebingungan menerjemahkan maksud kata-kata di atas, namun ketika kita berhasil menerjemahkan, rasanya semua malah jadi makin absurd. Jadi buat yang masih belum nangkep, terjemahan pertanyaan dari @nimjjeje6002 adalah "Gimana cara menghadapi emak-emak yang ska seenaknya?"

Ini absurd banget sih. MBDC agak kesulitan membayangkan emak-emak:

Lagi berdansa ska:

Jadi...dia suka muter lagu-lagu Shaggy Dog sambil berdansa-dansa ska sembarangan gitu? Mengganggu waktu belajar kamu gitukah? Hmm...yayaya.

Sesungguhnya, agak kurang sopan sih kalo kamu marahin atau ngomongin si emak-emak. Maklumlah ya, budaya kita kan budaya timur. Harus hormat gitu sama orang yang lebih tua. Tapi kalo namanya sudah mengganggu, tentu kamu tidak bisa tinggal diam. Ada beberapa cara yang sopan untuk menghadapi emak-emak yang ska seenaknya.

Minta Dengan Sopan Untuk Kecilin Lagunya

Kalo kamu mintanya marah-marah, itu gak sopan. Tapi kalo kamu minta si emak dengan baik-baik untuk mengecilkan lagunya dengan alasan kamu mau belajar, si emak harusnya mengerti. Semua emak-emak pasti peduli dengan pendidikan kaum muda. Mereka ingin kaum muda maju. Nah, kalo lagunya udah kecil, dia pasti gak dansa-dansa seenaknya lagi, karena berdansa dengan lagu kecil itu tidaklah nikmat.

Sok-Sok Khawatir Dengan Kesehatannya

Ketika si emak mulai berdansa ska seenaknya lagi, pura-puralah khawatir dengan kesehatannya. Seperti misalnya:

Ya ampun mak! Jangan jejingkrakan gitu ah! Ntar keseleo lho. Duduk dulu yuk ah!

Sambil pelan-pelan kamu kecilin lagunya. Dengan demikian si emak akan merasa kamu perhatian dan gak tau niat busuk kamu yang sebenarnya. Nah, kalo udah gitu kamu bisa belajar dengan tenang deh.

Kenalkan Dia Dengan Genre Musik Baru

Melihat di emak suka musik ska, harusnya sih dia bisa menerima genre musik lain juga ya. Coba deh kamu kenalin si emak dengan musik-musik lain yang tidak mengharuskan berdansa untuk menikmatinya. Coba kamu kenalkan dengan musik jazz atau mungkin post-rock. Dengan demikian dia akan lebih tenang dan demikian juga dengan kamu.

Gitu deh. Tapi yang MBDC masih gantung sebenernya, di pertanyaannya [email protected] kan bilang kalo alesan si emak ska seenaknya itu karena sayang. Sayang gimana ya maksudnya? Sayang mumpung musiknya masih ada gitu? Ck, aneh.