Cara Menghadapi Telemarketer

Terkadang menerima telepon dari telemarketer emang bisa bikin sebel. Apa lagi kalau kita emang nggak perlu produknya dan udah berkali-kali dihubungi oleh mereka hanya untuk kembali menawarkan produk yang sama, mulai dari promosi tempat fitness, penawaran kartu kredit, sampai berlangganan tv kabel. Belum lagi rasa gemes yang timbul akibat mendengar dialog template dengan suara super ramah hasil training mereka yang terkadang bisa lebih ramah dibandingkan kombinasi dari pacar/istri/suami dan orangtua kita sekaligus dihari paling bahagia mereka.

Untuk kamu-kamu yang orangnya nggak enakan, atau mudah kepancing untuk basa-basi saat menghadapi telemarketer, mbdc mempunyai serentetan dialog yang siap dipakai untuk situasi tersebut dan mudah-mudahan memasukan kamu ke dalam daftar calon pembeli yang kurang berpotensi agar tidak ditelpon kembali di masa-masa yang akan datang. Mulai dari yang paling gampang, sampai yang membutuhkan sedikit latihan dan visualisasi, buset pake visualisasi segala?! segitunya yah?! Yoi, terkadang mereka emang segitu nyebelinnya...

Sebelum membaca dialog yang kami sediakan, ada beberapa poin yang juga perlu kamu perhatikan
1. Usahakan selalu terdengar santai dan spontan.
2. Rileks dan ingatlah secara garis besar dialog yang kami sediakan dibawah agar poin 1 dapat terlaksana.
3. Tanamkan dalam hati "kali ini bukan saya yang diganggu mereka, tetapi saya yang menggangu mereka" tarik nafas panjang bila perlu.
4. Selalu aktif dan sebisa mungkin ajukan pertanyaan selanjutnya sebelum mereka sempat menyelesaikan kalimat mereka.
5. Dan selalu ingat, keberhasilan kamu dalam menjawab akan berpengaruh pada kenyamanan kamu di masa depan.
6. Bila kamu wanita dan penawaran diberikan oleh seorang pria, coba untuk sedikit merayu mereka agar kamu dipikir bukan pembeli berpotensi dan percakapan tidak terlalu bertele-tele, begitu juga sebaliknya dengan pria yang diberikan penawaran oleh wanita.

Dibawah ini mbdc mencoba menyajikan beberapa rangkaian skenario yang dirasa sering terjadi berikut dialog yang bisa dipakai dan kombinasikan tergantung dengan situasi yang akan kalian hadapi.

1. Trik "laahhhh kok mati?"

Waktu yang dibutuhkan: Sekitar 3 sampai 6 menit.
Tingkat kesulitan: Rendah.
Cocok untuk keadaan: Sibuk

telemarketer: Halo, selamat siang bapak! Kami ingin menawarkan kartu kredit asik, sebelumnya bapak sudah pakai kartu kredit apa saja pak?
mbdc: Oh yah, apakah dalam penawaran ini ada keuntungan yang menarik buat saya? Apakah saya bisa  *matikan telpon kamu ditengah kalimat* tut....tut....tut.....

bila dia menelpon kembali, langsung angkat lalu kemudian diam.

telemarketer: Halo pak, kami barusan yang menawarkan kartu kredit asik, tadi terputus pak!
mbdc: .....

telemarketer: Halo pak?
mbdc: .....

telemarketer: Halo, pak? halo?!
mbdc: ..... *matikan kalau kamu udah aga bosan*

2. Trik "Kok jadi kenalan trus kok jadi ribet"

Waktu yang dibutuhkan: sekitar 4 menit.
Tingkat kesulitan: Tinggi.
Cocok untuk keadaan: Santai.

telemarketer: Halo, selamat siang dengan bapak mbdc yah? Saya Yanti dari Bank UntungBanget kami ada penawaran paket menarik dan asik untuk bapak!
mbdc: Oyah, bisa tolong dijelaskan secara singkat mbak?

t: Jadi bila bapak mengambil penawaran dari kami, bapak bisa mendapatkan keuntungan tepat setelah bapak terdaftar, beberapa keuntungan tersebut adalah bapak akan mendapatkan poin yang pada akhirnya dapat di akumulasikan dan bila telah terkumpul dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik, belum lagi bapak akan mendapatkan discount pada tempat-tempat yang bekerja sama dengan perusahaan kami...
m: Wah kedengarannya menarik yah?

t: Masih ada lagi pak keuntungan yang bisa didapatkan dengan membeli produk kami, seperti misalnya kalau teman bapak ada yang tertarik, bila teman bapak mendaftar nanti bapak akan otomatis mendapatkan 20 poin dan juga akan bertambah bila teman bapak juga mengajak temannya!
m: Ohh begitu yah sistemnya, praktis juga yah!

t: Iya, betul pak! Memang produk kami sangat mudah untuk di aktifkan, nanti bapak juga bisa melihat poin yang bapak kumpulkan melalui situs kami, dan beberapa fasilitas kami yang bisa bapak pergunakan langsung. Masih ada lagi...
m: Maaf mbak, saya sangat tertarik dengan penawaran ini tapi sekarang saya sedang sibuk...

t: Oh iya pak, mungkin kita bisa...
m: Tadi mbak namanya siapa?

t: Saya Yanti pak!
m: Oh oke mbak yanti, seperti saya bilang tadi saya tertarik tetapi sekarang saya sedang sibuk. Bisa saya hubungi mbak kembali setelah jam kerja?

t: Pusat layanan kami hanya sampai pukul 19.00 saja pak. Mungkin...
m: Bisa saya bisa catat nomer telfon pribadi mbak Yanti saja agar nanti bisa mendiskusikannya lebih lanjut.

t: Maaf pak, ada kebijakan perusahaan dimana kami tidak dapat memberikan nomer pribadi untuk keperluan penawaran perusahaan.
m: Oh gitu, tapi saya sudah merasa cocok sama mbak Yanti, daripada nanti sama orang lain jadinya harus ngulang dari awal.

t: Mungkin saya bisa hubungi bapak kembali, kira-kira kapan bapak ada waktu kosong untuk dihubungi?
m: Nomer handphone aja mbak, saya nggak minta nomer rumah kok!

t: Maaf pak, kebijakan dari perusahaan, kami tidak diperbolehkan memberikan....
m: Mbak punya facebook, myspace atau friendster nggak?

t: Maaf pak, penawaran cuman boleh dilakukan dari jalur khusus perusahaan....
m: Mbak suaranya manis deh.

t: Err, terimakasih pak. Jadi...
m: Mengenai facebook, saya pengen nanya-nanya secara tertulis saja. lagian kan kalo pertanyaan dan jawabannya ditulis lebih enak buat di cerna, karena juga bisa dibaca...

t: Mungkin bapak bisa email saja langsung ke pusat layana...
b: Nama lengkapnya mbak Yanti siapa? kebetulan saya lagi didepan komputer nih jadi bisa langsung saya add jadi teman.

t: Tapi pak, kebijakan kami...
m: Iya ngerti, tapi kan itu formalitas. Nanti kita tetep kontak dari jalur perusahaan aja, tapi sebelumnya saya nanya-nanyanya bisa kan lewat facebook? Apa toh bedanya?

t: Ehm, pak. Maaf, *mulai bingung*
d: Kenapa sih? Mbak bener nggak sih namanya Yanti? Yanti siapa lengkapnya?! kok kayaknya pake nama palsu? Yanti kan nama pasaran?!

t: Benar pak ini dengan saya Yanti...
c: Ya udah nama lengkapnya Yanti siapa?

t: ehm, maaf pak...
m: mbak sadar nggak sih sekarang mbak ngebuat saya jadi tersinggung?! pertama saya sudah bilang sedang sibuk, tetapi sekarang mbak udah ngehabisin waktu saya cukup lama, dan sekarang cuman minta contact untuk nanya-nanya biar nggak ribet aja susah...

t: Bukannya saya bermaksud...
m: Coba saya mau bicara dengan superviser mbak. Biar saya tanya dia aja nama lengkap mbak siapa

t: Maaf pak, tetapi supervisor saya sedang...
m: Tuh kan ngeles lagi! Saya terus terang jadi merasa terganggu nih mbak. Ya sudah saya minta nama lengkap mbak buat saya besok laporkan, dan mungkin saya tidak akan membeli produk tersebut dari mbak, saya langsung hubungi saja sendiri.

t: Emmm, pak tanpa mengurangi rasa hormat, errhh...
m: Sudah-sudah! Awas yah kalau saya mendapat telepon penawaran-penawaran lagi! saya akan cari mbak! kalo perlu saya datang kesana! *tutup telpon* tut...tut...tut...

3. Trik "Berasa temen lalu ngelantur"

waktu yang dibutuhkan: sekitar 3 sampai 6 menit.
tingkat kesulitan: Sedang.
Cocok untuk keadaan: Sedikit Santai.

telemarketer: Halo, selamat siang dengan bapak mbdc yah? Saya Yanti dari Bank UntungBanget kami ada penawaran paket menarik dan asik untuk bapak!
mbdc: halooo, oyah mbak Yanti! Penawaran apa sih emangnya?!

t: jadi kita lagi ada penawaran menarik nih pak, jadi kalau bapak membeli produk ini akan banyak keuntungan yang bisa bapak dapatkan.
mbdc: oohhh yaya. apa aja keuntungannya.

t: beberapa keuntungan tersebut adalah bapak akan mendapatkan poin yang pada akhirnya dapat di akumulasikan dan bila telah terkumpul dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik, belum lagi bapak akan mendapatkan discount pada tempat-tempat yang bekerja sama dengan perusahaan kami...
mbdc: mbak ngomongnya buru-buru banget? biar nggak mahal yah pulsanya?

t: Oh nggak pak, kami hanya ingin memastikan informasi ini bisa sampai ke bapak tanpa mengganggu waktu bapak.
m: nggak kok. nggak ganggu. Mbak Yanti emang udah dari jam berapa kerja tadi?

t: Saya mulai jam 9.00 pak! Jadi bapak berminat yah nampaknya?
m: pulangnya jam berapa?

t: Hari ini jam 16.00 pak! Apa bapak mau saya kirimkan formulir...
m: Biasanya kalo pulang langsung pulang ato maen kemana dulu?

t: Maaf pak, ada kebijakan dari perusahaan untuk tidak mendiskusikan hal-hal yang tidak berhubungan dengan penawaran.
m: Oh maaf mbak, jadi kembali tentang produknya. Apa mbak Yanti menggunakan produk itu juga?

t: Tidak pak! kebetulan...
m: loh kok Mbak nggak make produk itu? emang kenapa?

t: Kebetulan karyawan sudah mendapatkan fasilitas produk lain pak! Mungkin saya bisa menjelaskan sedikit mengenai...
m: Emang kalo produk yang mbak pakai gimana?

t: Kurang lebih hampir sama pak!
m: Di sana lagi hujan nggak mbak Yanti?

t: Nggak pak disini cerah!
m: Iya yah, kenapa belakangan ini jarang hujan yah?

t: Wah saya kurang tahu pak! Mengenai produk kami...
m: Kenapa yah, eh mbak saya ada cerita nih...

t: Hah? Ya pak?!
m: kemarin pacar saya juga punya produk kayak yang mbak tawarkan.

t: Terus pak?
m: Tapi dia emang belakangan ini agak berubah deh, jadi ga sensitif kayak biasanya.

t: .....
m: Kadang-kadang dia juga suka ga bilang lagi dimana.

t: .....
m: Eh mbak ya udah yah saya mau ngecek pacar saya lagi dimana, makasih loh ngobrol2nya *tutup*


4. Trik untuk "Tempat fitness"

Waktu yang dibutuhkan: Sekitar 1 menit.
Tingkat kesulitan: Rendah.
Cocok untuk keadaan: Sibuk

telemarketer: Halo, selamat siang dengan ibu mbdc yah? ibu direkomendasikan oleh teman ibu untuk dapet kupon day-pass di tempat kebugaran kami!
mbdc: Makasih, tidak tertarik.

t: Ibu tidak pengen coba dulu, gratis kok! sebelumnya apakah ibu sudah terdaftar di pusat kebugaran?
mbdc: Nggak, saya perokok dan ngga suka olahraga. Terakhir kali saya olahraga waktu masih di bangku sekolah. Jadi selain bapak mau bayar saya untuk olahraga, gratis aja juga males!

t: Err, kalo gitu makasih yah mbak atas waktunya.
mbdc: Sama-sama *tutup*


5. Trik "Kasus"

Waktu yang dibutuhkan: Sekitar 3 sampai 6 menit.
Tingkat kesulitan: Tinggi.
Cocok untuk keadaan: Santai.

Telemarketer: Halo, selamat siang dengan bapak mbdc?
mbdc: Ini siapa?

t: Saya Toni ingin memberitahukan kalau bapak terpilih untuk mendapatkan seperangkat modem cuma-cuma...
mbdc: sebentar, tunggu sebentar. anda kenal dengan mbdc?! apakah kamu temannya?

t: Err, tidak saya hanya menawarkan produk...
mbdc: sebentar pak...

*seolah bicara dengan orang lain* pak, telpon korban baru saja berbunyi saya sedang dalam proses. Baik pak! Laksanakan!

t: .....
mbdc: Oke Toni, saya akan menjelaskan keadaannya. mbdc ditemukan meninggal tadi pagi dan telepon genggamnya ditemukan tidak jauh dari lokasi kejahatan. Saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan yang berhubungan. Coba bisa tolong jelaskan apa hubungan anda dengan korban?!

t: Saya hanya menawarkan produk, maaf mengganggu...
m: Sebentar Toni sebentar, telepon ini sudah dilacak dan kami mungkin nanti akan datang untuk melakukan penyelidikan lanjutan. Dan anda sebaiknya bekerja sama dengan pihak kami demi kelangsungan bersama! Bisa tolong minta nomer ktp anda?

t: Mungkin bapak bicara saja dengan supervisor saya...
m: Iya nanti kita bicara dengan dia nanti saja, sekarang dengan anda dulu! Ini masalah serius! Apakah anda pernah bertemu secara langsung dengan mbdc?

t: Tidak pak!
m: Sekarang anda berada dimana?

t: Di kantor pak!
m: Emang kantor ga ada alamatnya?! Anda tahu tidak ini permasalahan serius! Alamatnya dimana?! Nomer KTP anda?!

setelah data diberikan *seolah bicara dengan orang lain* Coba tolong data-data ini di proses.

t: Pak sepertinya terjadi kesalah-pahaman, saya hanya menawarkan produk...
m: Sebentar, apakah bapak bisa memberitahu apa yang anda lakukan pukul 7 malam kemarin hari?

t: pak saya tidak kenal dengan bapak mbdc saya hanya....
m: Sebentar......kami akan menghubungi anda beberapa saat lagi! jangan kemana-mana! Kami juga akan perlu berbicara dengan supervisor anda! *tutup*

Jadi mulai sekarang jangan langsung tolak mentah-mentah penawaran mereka, bila memang penawaran yang diberikan tidak menarik gunakan tips yang sudah kami berikan untuk  memanfaatkan waktu kamu yang terbuang untuk setidaknya menghibur diri kamu sendiri dan menyelamatkan beberapa orang berikut yang namanya sudah tertera pada daftar database para telemarketer untuk dihubungi. Iya kita tau kok kalau mereka cuman menjalankan tugasnya, tapi yang namanya pekerjaan selalu mempunyai resiko pekerjaan bukan!? Dan setidaknya dengan sedikit "menggoda" para telemarketer kamu akan mengisi hari mereka dan memberi mereka cerita baru untuk dibagi dengan teman-teman seprofesinya, atau bahkan orang-orang yang mereka sayangi.

*kriiingggggggg-kriiingggggggggg*
duh, mudah-mudahan cuman orang nawarin produk, bukan ibu mertua ato boss! terima kasih mbdc!