Cara Menjadi Wartawan Infotainment

Gosip adalah sesuatu yang sangat disukai setiap orang, apalagi di Indonesia. Setiap hari hampir di setiap stasiun TV lokal pasti ada tayangan gosip beberapa kali dalam 24 jam. Dalam mencari berita gosip, orang yang turun langsung adalah reporter dan kameramen. Ini bagaikan dinamic duo yang harus selalu kompak dan mempunyai keahlian khusus masing-masing. Apabila kamu ingin menjadi pemburu gosip, ada beberapa hal yang musti kamu ketahui.

Reporter

Ini adalah tombak terdepan. Harus jago ngomong, bersifat ingin tahu, penuh basa basi, bisa senyum terus dan harus bisa mengunci narasumber dengan pertanyaan-pertanyaan. Kamu juga disarankan untuk hafal gosip terakhir dan banyak koneksi. Dengan pertimbangan dalam approaching narasumber, kebanyakan yang melakukan profesi ini adalah wanita.

Risiko pekerjaan : Siap-siap untuk menerima lemparan asbak, letupan pistol, siraman air minum dari narasumber yang berbahaya.

Senjata : ID Card. Microphone beserta kabelnya. Bolpen dan notebook. Handphone dengan nomor-nomor narasumber.

Kameramen

Ini adalah mata publik. Apa yang kameramen lihat adalah apa yang akan publik lihat. Harus mempunyai insting moment yang bagus. Sigap menggunakan kamera untuk rekaman yang sifatnya mendadak atau spontan. Harus jago lari sambil membawa kamera. Berbadan tinggi lebih bagus, karena bisa mendapat angle yang mungkin kamera lain gak bisa dapat. Harus kenal muka-muka narasumber beserta pasangannya. Rajin nongkrong cafe, mall atau stasiun TV untuk mendapatkan banyak stock shot.

Risiko pekerjaan : musti lari sambil bawa kamera karena dikejar narasumber ataupun kamera direbut atau dirusak narasumber yang tersinggung.

Senjata : ID Card. Satu unit kamera lengkap + lampu.

Target

Target narasumbernya adalah suatu kalangan yang selalu disebut dengan artis atau public figure. Mereka adalah orang-orang yang berwira-wiri di layar kaca televisi kamu. Entah karena emang dia terkenal karena karyanya seperti pemainfilm, sinetron, penyanyi, sutradara, model, dsbnya. Atau dia hanya orang yang muncul di TV karena gosip-gosip doang tanpa melakukan sesuatu yang berarti.

Profesi lain selain artis tersebut yang bakal banyak ditemui oleh pemburu gosip dan sering diminta pendapatnya terhadap berita tertentu :

  • Pengacara : biasanya muncul sebagai pembela dari narasumber yang berkaitan dengan masalah hukum.
  • Ulama : untuk minta nasehat yang berbau agama, dalam kasus yang bawa-bawa nama agama dsbnya.
  • FPI : untuk minta statement dalam kasus yang menyentuh pornografi, agama, dsbnya.
  • Paranormal : dalam kaitannya mengenai pergantian tahun, perkawinan, bencana alam dan hal-hal lainnya.
  • Supir, satpam, pembantu : untuk dimintai keterangan apabila narasumber tidak bisa diraih. Biasanya yang paling polos dan terpercaya.
  • Roy Suryo : langganan wartawan untuk verifikasi kasus foto-foto porno atau lainnya yang digital.

Modal Awal

Tidak perlu mempelajari seluk beluk mengenai prestasi, kegiatan atau hal lainnya dari nara sumber yang akan di wawancara, yang penting tau gosip terakhirnya saja cukup. Saran : Kamu nonton tivi 3 x 2 jam sehari pagi siang dan sore untuk melihat infotainment. Lakukan ini dalam 1 minggu. Dijamin kamu sudah tau persis kehidupan narasumber kamu belakangan ini beserta nama pengacaranya.

Cari Sumber Berita

Datang ke acara selamatan, launching, promo ataupun acara-acara komersil besar lainnya yang melibatkan banyak artis dsbnya. Cari info mengenai jam mulai dan selesai, lokasi dan pintu-pintu masuk/keluar.

Begitu sampai disana, nongkrong aja dulu di depan pintu masuk/keluar utama. Juga bisa di jalan menuju tempat parkir. Jadi kamu bisa mencegatnya langsung dari pintu untuk langsung ditembak dengan pertanyaan-pertanyaan.

Starter Question

Siapkan pertanyaan awal. Pertanyaan ini sifatnya harus netral, sangat umum, bisa dijawab cepat tanpa pikir panjang dan cocok untuk orang yang banyak basa basi. Pertanyaan ini hanya untuk "masuk" saja ke dalam suatu conversation atau interview.

Contoh starter question yang bisa langsung kamu tembak begitu nyegat :

"Apa kabar nih ? Apa kegiatannya terakhir ?"

Ini sangat bersifat umum, jadi dia agak susah untuk bilang "no comment".

Bandingkan dengan :

"Denger-denger kamu kemarin terlihat berdua dengan si X ya di cafe itu?"

Pertanyaan seperti ini cocoknya disiapkan untuk terakhir. Terlalu berat untuk pertama kali dan bila narasumber tidak suka, dia bisa langsung "no comment".

Setelah kamu sudah masuk dan mulai bisa memainkan lidahnya untuk berbicara terus, kamu bisa mulai korek pelan-pelan mengenai gosip yang akan kamu tanyakan itu.

Cari tema gosip

Pikirkan tema gosip. Untuk memulai pertanyaan "mengunci", lebih baik bertanya sesuai tema yang akan kamu jadikan berita. Untuk membuat suatu tema gosip, kamu bisa memulainya dengan melihat dari narasumber hal yang paling kecil sekalipun.

Beberapa contoh bisa kamu lihat di bawah ini :

  • Narasumber adalah pemain sinetron. Sudah menikah dan agak retak rumah tangganya.
    Kamu bisa menanyakan perihal hubungannya dengan salah satu lawan main wanitanya di produksi sinetron tersebut atau cinta lokasi. Atau melibatkan lawan main dalam penyebab rusaknya rumah tangga.
  • Narasumber sudah menikah, tapi terlihat berjalan sendirian ke suatu acara.
    Jenis ini kamu bisa menyiasatinya dengan mulai bertanya mengenai kenapa dia datangnya sendiri apakah rumah tangganya sudah mulai retak. ( Yang sebenarnya mungkin emang pasangannya lagi males ikut aja, mau diem di rumah aja).
  • Narasumber adalah pasangan muda yang sering tampil di publik. Belum menikah.
    Kamu bisa menyiapkan pertanyaan standarnya. "Kapan menikah ? " atau dengan tidak terlalu explicit "Ada rencana tertentu untuk kedepan-depannya gak ?". Atau kamu bisa membuat headline berita tentang pasangan itu yang sekarang kumpul kebo.
  • Narasumber adalah pasangan muda yang beda agama. Belum menikah.
    Pertanyaan ultimativenya adalah mengenai perpindahan agama. Apakah salah satu dari mereka berniat convert ke agama pasangannya. Terus setiap ada hari raya, kamu bisa menanyakan mengenai toleransi antar sesamanya.

Formasi cegat

Bergabunglah dengan pemburu gosip lainnya untuk membentuk suatu formasi "cegat" yang ampuh. Koordinasi untuk jaga pintu depan, belakang, tengah dsbnya. Bawalah narasumber ke arah pojokan atau yang belakangnya tembok, lalu bentuk setengah lingkaran, sehingga narasumber tidak bisa kabur lagi. Atau apabila tidak ada tembok terdekat, bikinlah formasi lingkaran supaya narasumber berada ditengah-tengah lingkaran itu.

Susunan barisan berupa 1 kameramen dan 1 reporter. Bayangkan seperti foto bola, reporter jongok dibawah sambil mencondongkan microphone ke narasumber, sementara kameramen dibelakangya berdiri sambil mengambil gambar.

Kurang lebih seperti itulah langkah-langkah yang harus dilaksanakan dan diperhatikan agar kamu bisa menjadi seorang Wartawan Infotainment. Berminat?